Sebelum #dualima
ditulis dari rumah di Sambahan, Ubud
malam menjelang pagi 23.55 waktu Indonesia bagian tengah
Malam ini kembali sulit untuk terlelap, ya masih sama seperti malam-malam yang lalu. Ada sesuatu yang belum terselesaikan, ada kesenggangan untuk memejamkan mata karena tahu besok pagi akan kembali merasa bersalah, bersalah karena melewati hari ini dengan Si Salam!
Tetapi inilah aku, yang masih betah dengan Si Salam! berkompromi dengan Si Alapek dan Si Itah "besok mari kita mulai lagi" berjanji lagi kepadaMu "besok aku akan berubah"
Besok~berharap besok selalu ada
apa hanya aku yang merasa seperti ini?
saat semua orang sudah berlari, mengayun sepeda, menginjak gas dengan kencang, aku . . .
aku masih di sini untuk 'setia' kepada Si Salam
Sudah ah, aku sudah bosan bertemu Si Salam, sungguh!
aku ingin bertemu biru nya laut, hijau nya hutan, indahnya danau, sejuknya angin sawah, kilau nya lampu-lampu kota, kepulan asap taksi kuning, bersama teman-temanku :)
pagi ini aku akan mencoba lagi sebelum #dualima
malam menjelang pagi 23.55 waktu Indonesia bagian tengah
Malam ini kembali sulit untuk terlelap, ya masih sama seperti malam-malam yang lalu. Ada sesuatu yang belum terselesaikan, ada kesenggangan untuk memejamkan mata karena tahu besok pagi akan kembali merasa bersalah, bersalah karena melewati hari ini dengan Si Salam!
Tetapi inilah aku, yang masih betah dengan Si Salam! berkompromi dengan Si Alapek dan Si Itah "besok mari kita mulai lagi" berjanji lagi kepadaMu "besok aku akan berubah"
Besok~berharap besok selalu ada
apa hanya aku yang merasa seperti ini?
saat semua orang sudah berlari, mengayun sepeda, menginjak gas dengan kencang, aku . . .
aku masih di sini untuk 'setia' kepada Si Salam
Sudah ah, aku sudah bosan bertemu Si Salam, sungguh!
aku ingin bertemu biru nya laut, hijau nya hutan, indahnya danau, sejuknya angin sawah, kilau nya lampu-lampu kota, kepulan asap taksi kuning, bersama teman-temanku :)
pagi ini aku akan mencoba lagi sebelum #dualima
Komentar
Posting Komentar